Sekretariat : Jl. Keramat Jati, Nomor 15, Kelurahan Tofa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang - NTT
PBVSI NTT Tegaskan Dukungan Penuh Untuk TTS Yang Disiapkan Jadi Tuan Rumah Voli Indoor PON 2028

Kupang, PBVSINTT.Com – Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) semakin mendapat tempat dalam persiapan penyelenggaraan bola voli indoor PON XXII Tahun 2028. Hasil kunjungan tim KONI Pusat bersama Technical Delegate menjadi pijakan penting untuk menindaklanjuti penyiapan venue di Soe, didukung komitmen pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.
Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Neil Rondo, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut membuka langkah yang semakin konkret bagi TTS untuk mengambil peran dalam penyelenggaraan PON 2028, Selasa (20/10/2026).
“TTS mendapat kepercayaan untuk menyiapkan diri. Ini kabar baik bagi masyarakat dan keluarga besar bola voli NTT. Tugas kita sekarang adalah menjawab kepercayaan itu dengan kerja yang terencana dan persiapan yang sungguh-sungguh,” ujarnya.
Menurutnya, arah persiapan tersebut semakin diperkuat melalui koordinasi lanjutan di tingkat KONI Provinsi NTT. PBVSI NTT siap mengawal kebutuhan teknis cabang bola voli serta menjembatani koordinasi dengan Technical Delegate dan pihak terkait.
Ia mengapresiasi dukungan Bupati TTS, pimpinan DPRD, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, KONI TTS, serta Pengkab PBVSI TTS dalam menyambut peluang menjadi tuan rumah bola voli indoor PON 2028.
Dukungan tersebut menjadi modal penting untuk membangun kesamaan langkah dalam menyiapkan fasilitas pertandingan dan kebutuhan penyelenggaraan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bupati, pimpinan DPRD, dan seluruh Forkopimda TTS atas dukungan penuh yang diberikan. Kesediaan daerah untuk bergerak bersama merupakan kekuatan besar. Persiapan PON membutuhkan kepemimpinan, koordinasi, dan kesinambungan kerja,” katanya.
Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah persiapan yang terukur, mulai dari perencanaan dan penyesuaian fasilitas hingga kesiapan pelayanan bagi peserta.
Ia menekankan bahwa kesiapan TTS juga harus mencakup dukungan akomodasi yang layak. Apabila menjadi lokasi pertandingan bola voli indoor PON 2028, TTS akan menyambut atlet-atlet voli elite dari berbagai provinsi di Indonesia, bersama pelatih, ofisial, dan perangkat pertandingan.
Karena itu, pendataan kapasitas penginapan, kelayakan fasilitas, serta jarak dan waktu tempuh menuju arena pertandingan dan tempat latihan perlu dilakukan sejak awal. Kebutuhan konsumsi dan gizi atlet, air bersih, sanitasi, transportasi, keamanan, serta pelayanan kesehatan juga harus menjadi bagian dari perencanaan bersama.
“Yang akan datang adalah atlet-atlet voli elite dari seluruh Indonesia. Mereka membutuhkan tempat beristirahat yang layak, makanan yang mendukung kebutuhan atlet, serta transportasi yang tertata. Keramahan masyarakat TTS harus hadir bersama pelayanan yang membuat mereka dapat bertanding dengan baik,” ucapnya.
Menurutnya, koordinasi dengan pengelola hotel dan penginapan, pelaku usaha lokal, serta perangkat daerah terkait perlu segera diperkuat. Langkah ini penting untuk memetakan kemampuan layanan yang tersedia dan kebutuhan yang masih harus dipenuhi.
“Kita ingin TTS dikenang karena pertandingan yang berkualitas dan pelayanan yang baik. Sejak atlet tiba, berlatih, bertanding, hingga kembali ke daerahnya, mereka harus merasakan kesungguhan kita sebagai tuan rumah,” tambahnya.
Bagi PBVSI NTT, peluang TTS menjadi tuan rumah memiliki arti yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bola voli telah lama tumbuh di halaman sekolah, lingkungan gereja, desa, dan berbagai pertandingan antarkampung di wilayah tersebut.
“Di TTS, voli hidup karena kecintaan masyarakat. Ada anak-anak yang berlatih dengan fasilitas sederhana, pelatih yang bekerja dengan pengabdian, dan penonton yang selalu memberi semangat. Peluang menjadi tuan rumah PON memberi mereka alasan baru untuk bermimpi lebih tinggi,” ungkapny.
Kehadiran atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi juga diharapkan menjadi kesempatan bagi pelajar, atlet muda, dan pelatih lokal untuk menyaksikan langsung kualitas permainan serta kedisiplinan olahraga di tingkat nasional.
Ia menjelaskan bahwa fasilitas yang ditinjau di Soe akan ditindaklanjuti sesuai arahan teknis. Prioritasnya adalah memastikan arena pertandingan, tempat latihan, fasilitas atlet, dan layanan pendukung dapat memenuhi kebutuhan penyelenggaraan.
PBVSI NTT akan mendampingi Pengkab PBVSI TTS dalam koordinasi bersama pemerintah daerah, KONI, dan Technical Delegate. Persiapan sejak awal diperlukan agar pekerjaan dapat dijadwalkan dengan baik dan fasilitas memiliki kesempatan untuk diuji sebelum PON berlangsung.
“Kami ingin setiap tahapan dikerjakan dengan jelas: apa yang perlu disiapkan, siapa yang bertanggung jawab, dan kapan harus selesai. Semangat masyarakat harus bertemu dengan kesiapan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
PBVSI NTT berharap persiapan PON turut memperkuat kegiatan olahraga dan memberi manfaat bagi masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, dan pengunjung berpotensi membuka kesempatan bagi UMKM, usaha penginapan, transportasi, penyedia makanan, serta jasa lokal.
Fasilitas yang dipersiapkan diharapkan terus digunakan untuk latihan, kompetisi pelajar, dan pembinaan atlet setelah PON berakhir.
“Ukuran keberhasilan kita juga terlihat setelah pertandingan terakhir selesai: lapangannya tetap dipakai, kompetisinya terus berjalan, dan semakin banyak anak TTS mendapat kesempatan berkembang,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan dalam menyambut persiapan tersebut.
“Voli tumbuh dari halaman-halaman kampung di TTS. Kini kita bekerja bersama agar dari tanah yang sama, Indonesia menyaksikan pertandingan terbaik, merasakan hangatnya sambutan masyarakat, dan melihat tumbuhnya harapan baru bagi anak-anak NTT,” tutupnya.(Fendi)


