PBVSI NTT Sambangi Bupati TTS :  Tawarkan BMMC 2026 Digelar di TTS

Soe, PBVSINTT.com — Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan kunjungan silaturahmi dengan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (2/9/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati TTS tersebut, PBVSI NTT menyampaikan tawaran agar Kabupaten TTS menjadi lokasi penyelenggaraan Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) 2026.

Kunjungan tersebut dihadiri Ketua PBVSI Kabupaten TTS Roy Babys, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga TTS, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja TTS, serta jajaran Pengurus PBVSI NTT.

Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. PBVSI NTT memaparkan konsep pelaksanaan BMMC 2026 yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan bola voli, tetapi juga mengusung konsep sportainment dengan melibatkan UMKM, komunitas, dunia usaha dan media.

Dalam audiensi tersebut, PBVSI NTT juga menyampaikan gagasan mengenai pola kolaborasi penyelenggaraan, termasuk dukungan berbagai pihak agar event dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, mengatakan tawaran tersebut didasarkan pada potensi olahraga bola voli yang dimiliki Kabupaten TTS.

Menurutnya, TTS memiliki basis dan tradisi bola voli yang kuat, prestasi atlet yang menjanjikan, serta antusiasme masyarakat yang besar terhadap cabang olahraga tersebut.

“Kami datang membawa niat baik dan menawarkan sebuah kolaborasi. Kami melihat TTS memiliki ekosistem voli yang kuat dan sangat potensial menjadi bagian penting dari perjalanan BMMC 2026 sekaligus persiapan menuju PON 2028,” ujarnya.

Ia menambahkan, BMMC 2026 dirancang agar tidak berhenti sebagai sebuah kompetisi olahraga. Event tersebut diharapkan menjadi ruang yang dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari atlet, anak muda, UMKM, komunitas, dunia usaha hingga media.

Dengan konsep tersebut, penyelenggaraan BMMC diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembinaan atlet sekaligus membuka peluang bagi perputaran ekonomi masyarakat lokal.

Pemerintah Kabupaten TTS menyambut baik pemaparan dan tawaran yang disampaikan PBVSI NTT.

Namun, pemerintah daerah masih membutuhkan pembahasan dan koordinasi internal untuk mempertimbangkan berbagai aspek penyelenggaraan sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

PBVSI NTT menghormati proses tersebut. Winston mengatakan, pihaknya memberikan ruang sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten TTS untuk melakukan kajian, terutama berkaitan dengan kesiapan fasilitas dan infrastruktur, dukungan lintas perangkat daerah, serta kemampuan pembiayaan sesuai mekanisme dan kondisi fiskal daerah.

“Bagi kami yang terpenting hari ini adalah komunikasi sudah dibuka dan gagasan sudah kami sampaikan. Selanjutnya kami menghormati sepenuhnya proses dan pertimbangan Pemerintah Kabupaten TTS. Jika kemudian TTS siap, PBVSI NTT juga siap bekerja bersama dan menindaklanjutinya secara profesional,” tegasnya.

Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara PBVSI NTT dan Pemerintah Kabupaten TTS dalam mendorong pengembangan olahraga bola voli di daerah.

Selain aspek kompetisi, PBVSI NTT berharap BMMC 2026 dapat menjadi bagian dari konsolidasi pembinaan bola voli NTT menuju PON XXII NTT–NTB 2028.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat posisi bola voli sebagai salah satu olahraga rakyat yang memiliki basis kuat di Nusa Tenggara Timur serta membuka ruang lebih besar bagi munculnya atlet-atlet muda potensial dari daerah.(Fendi)