Sekretariat : Jl. Keramat Jati, Nomor 15, Kelurahan Tofa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang - NTT
18 Tim Ramaikan AOT Cup I, Ketum PBVSI NTT Dorong Pembinaan Atlet dari Jemaat

Oelamasi, PBVSINTT.com — Sebanyak 18 tim bola voli putra dari 18 jemaat se-Klasis Amabi Oefeto Timur mulai bersaing dalam Turnamen Bola Voli Klasis Amabi Oefeto Timur Cup I (AOT Cup I). Turnamen yang berlangsung 7–15 Oktober 2026 tersebut resmi dibuka di Lapangan Bola Voli Jemaat Elim Kenam, Rabu (7/10/2026).
Kompetisi ini menjadi panggung bagi para pemain dari 18 jemaat untuk menunjukkan kemampuan teknik, kekuatan fisik, strategi, dan mental bertanding. Selain menjadi ajang perebutan gelar juara, AOT Cup I juga menjadi ruang pembinaan sekaligus mempererat persaudaraan antarpemain dan jemaat melalui olahraga bola voli.
Ketua Umum Pengprov PBVSI Nusa Tenggara Timur Winston Rondo memberikan perhatian khusus terhadap penyelenggaraan AOT Cup I.
Menurutnya, turnamen di tingkat jemaat seperti ini memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pembinaan bola voli NTT.
Ia menegaskan, atlet potensial tidak selalu lahir dari kompetisi besar. Banyak pemain berbakat justru tumbuh dari lapangan desa, kecamatan, sekolah, gereja, dan berbagai turnamen yang diselenggarakan masyarakat.
“Turnamen seperti ini jangan dilihat hanya sebagai kegiatan memeriahkan ulang tahun Klasis. Inilah bagian dari ekosistem pembinaan bola voli NTT,” ujarnya.
Karena itu, PBVSI NTT akan terus membuka mata hingga ke pelosok daerah untuk menemukan pemain-pemain potensial.
Para pemain yang memiliki kemampuan fisik, teknik, disiplin, dan mental bertanding yang baik diharapkan tidak berhenti setelah menjadi juara di tingkat lokal, tetapi dapat memperoleh kesempatan untuk berkembang ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kalau dalam turnamen ini ada anak muda yang punya tinggi badan, kekuatan, teknik, disiplin dan mental bertanding yang baik, jangan sampai mereka selesai hanya sebagai juara AOT Cup. Kita harus menemukan mereka, membina mereka, dan membuka jalan agar suatu hari mereka mengenakan seragam NTT,” tegasnya.
Menurutnya, proses menuju PON 2028 harus dimulai sejak sekarang. Pembinaan tidak bisa menunggu hingga PON sudah di depan mata, tetapi harus dibangun melalui kompetisi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, serta pencarian atlet potensial di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
“PON 2028 tidak boleh kita persiapkan pada tahun 2028. Kita harus memulainya sekarang,” katanya.
Kepada seluruh pemain yang ambil bagian dalam AOT Cup I, ia berpesan agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas. Pemain diminta bermain untuk menang tanpa menghalalkan segala cara, tidak takut menghadapi kekalahan, dan berani memasang mimpi yang lebih besar.
“Jangan hanya bermimpi menjadi juara di kampung sendiri. Bermimpilah menjadi pemain kabupaten, pemain provinsi, bahkan pemain nasional,” pesannya.
Ia pun menegaskan bahwa lapangan-lapangan di tingkat jemaat dapat menjadi titik awal lahirnya atlet berprestasi.
“Dari lapangan kampung, kita bisa menuju panggung PON,”ucapnya.
Dengan melibatkan 18 tim putra dari 18 jemaat, AOT Cup I diharapkan tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda bola voli yang dapat membawa nama baik jemaat, daerah, hingga Nusa Tenggara Timur.
“Hari ini AOT Cup, siapa tahu esok membela NTT!” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Amabi Oefeto Timur, Pdt. Absolom Tanaos, dalam sambutannya menekankan dua tujuan utama penyelenggaraan turnamen tersebut.
Pertama, Turnamen Voli Klasis Amabi Oefeto Timur Cup I merupakan program kebersamaan untuk memperkuat persaudaraan, solidaritas dan kekompakan orang muda dari seluruh jemaat di wilayah Klasis Amabi Oefeto Timur.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sportivitas dan tidak menjadikan persaingan olahraga sebagai sumber konflik maupun perkelahian. Justru melalui turnamen ini, hubungan persaudaraan antarpemuda jemaat harus semakin erat.
Ia menekankan bahwa pertandingan boleh berlangsung keras dan kompetitif, tetapi persaudaraan harus tetap menjadi yang utama. Kemenangan tidak boleh merusak hubungan antarsesama pemuda gereja.
Kedua, Pdt. Absolom berharap turnamen tersebut menjadi sarana untuk menjaring dan mengembangkan atlet-atlet bola voli berbakat dari 10 desa di wilayah Klasis Amabi Oefeto Timur.
Menurutnya, potensi anak-anak muda di desa perlu diberikan ruang untuk berkembang melalui kompetisi yang sehat, terorganisasi dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan gerejawi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia dan prestasi olahraga daerah.
Turnamen Bola Voli Klasis Amabi Oefeto Timur Cup I berlangsung hingga 15 Oktober 2026 dan diikuti 18 tim putra yang mewakili 18 jemaat se-Klasis Amabi Oefeto Timur.(Fendi)


