PBVSI NTT Resmi Buka Pelatihan Pelatih Bola Voli Lisensi Daerah Zona Sumba Raya, Siapkan Fondasi Menuju PON 2028

Waikabubak, PBVSINTT.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi membuka Pelatihan Pelatih Bola Voli Lisensi Daerah PBVSI NTT Zona Sumba Raya di Hotel Ande Ate, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Senin (29/6/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian ketiga program peningkatan kapasitas pelatih setelah sukses dilaksanakan di Zona Timor-Rote-Sabu-Alor (Tirosa) dan Zona Flores-Lembata, Senin (29/6/2026).

Pelatihan diikuti 45 peserta yang berasal dari empat kabupaten di Sumba Raya, yakni Kabupaten Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Mereka akan mendapatkan materi teori dan praktik dari tiga pelatih nasional, didampingi tim instruktur serta Pengurus PBVSI NTT.

Acara pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, S.Sos., yang mewakili Bupati Sumba Barat, jajaran Pengurus PBVSI NTT, Ketua PBVSI Kabupaten Sumba Barat Yehuda Malorung beserta jajaran pengurus, Ketua Harian PBVSI Kabupaten Sumba Barat Daya, para pengurus PBVSI kabupaten se-Sumba Raya, serta seluruh peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBVSI NTT Winston Rondo menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi, melainkan bagian dari pembangunan sistem pembinaan bola voli di NTT.

“Hari ini bukan sekadar membuka pelatihan. Hari ini kita sedang membuka masa depan bola voli Sumba Raya.ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pelatihan di Zona Tirosa dan Flores-Lembata menunjukkan semakin tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola voli. Kini, giliran Sumba Raya mengambil peran strategis dalam melahirkan pelatih-pelatih berkualitas yang akan menjadi ujung tombak pembinaan atlet menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.

Winston menyebut Sumba memiliki modal besar untuk menjadi salah satu lumbung atlet bola voli NTT. Selain masyarakat yang memiliki kecintaan tinggi terhadap olahraga ini, Sumba juga memiliki potensi fisik atlet yang menjanjikan, semangat kompetisi yang kuat, serta komitmen seluruh Pengkab PBVSI di Sumba Raya yang kini telah bersatu dalam satu arah pembinaan.

“Prestasi tidak lahir hanya dari bakat. Prestasi lahir dari sistem. Kalau dulu kita sibuk mencari atlet, sekarang kita mulai membangun pelatih. Karena pelatih yang hebat akan melahirkan atlet yang hebat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh Pengkab PBVSI di Sumba Raya meninggalkan pola pembinaan yang hanya aktif menjelang turnamen. Sebaliknya, setiap daerah didorong membangun kompetisi usia dini secara rutin, memperkuat pembinaan di sekolah dan klub, menyusun database atlet, serta meningkatkan kualitas pelatih secara berkelanjutan.

“Saya berharap para peserta tidak hanya pulang membawa sertifikat, tetapi membawa ilmu, metode latihan modern, dan semangat membangun pembinaan di daerah masing-masing. Jika empat kabupaten di Sumba Raya bergerak bersama, saya yakin kita akan melihat semakin banyak atlet Sumba memperkuat kontingen NTT pada ajang nasional,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat, Yermia Ndapa Doda, menyampaikan apresiasi kepada PBVSI NTT yang telah memilih Kabupaten Sumba Barat sebagai tuan rumah pelatihan. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Barat untuk terus mendukung pengembangan olahraga, khususnya bola voli yang telah menjadi olahraga rakyat dan memiliki basis penggemar yang sangat besar di daerah tersebut.

Menurutnya, peningkatan kualitas pelatih merupakan investasi penting bagi masa depan olahraga prestasi di Sumba Raya. Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan kapasitas pelatih harus diikuti dengan semakin banyaknya kompetisi yang berjenjang.

“Kalau kita sudah memiliki pelatih yang berkualitas, maka tugas berikutnya adalah memperbanyak event dan kompetisi bola voli. Dari kompetisi itulah kualitas hasil pembinaan dapat diuji, mental bertanding atlet terbentuk, dan bibit-bibit terbaik dapat ditemukan,” ujarnya.

Pelatihan Lisensi Daerah Zona Sumba Raya merupakan bagian dari program besar PBVSI NTT untuk membangun fondasi pembinaan bola voli yang lebih profesional, modern, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Setelah pelaksanaan di Zona Tirosa, Flores-Lembata, dan Sumba Raya, PBVSI NTT menargetkan seluruh kabupaten/kota memiliki pelatih berlisensi sebagai pilar utama pembinaan menuju prestasi nasional.

Mengakhiri sambutannya, Ketua Umum PBVSI NTT mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum kebangkitan bola voli di Pulau Sumba.

“Dari Waikabubak kita membangun pelatih. Dari pelatih kita melahirkan atlet. Dari atlet kita mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di PON 2028 dan panggung nasional. Sumba Raya Bangkit, NTT Berprestasi,”pungkasnya.(Fendi)