PBVSI NTT Segera Gelar Pelatihan Pelatih Voli di Sumba Raya : Persiapan Serius Sambut PON 2028

Waikabubak, PBVSINTT.com – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Nusa Tenggara Timur terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga bola voli melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia kepelatihan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyelenggarakan Pelatihan Pelatih Bola Voli Lisensi Daerah PBVSI NTT Zona Sumba Raya yang akan berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di Hotel Ande Ate, Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Kegiatan ini akan diikuti oleh para pelatih bola voli dari empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya. Selama tiga hari, peserta akan mendapatkan materi teori kepelatihan, diskusi kelas, praktik lapangan, serta evaluasi kompetensi sebagai syarat memperoleh Lisensi Daerah PBVSI.

Ketua Umum Pengprov PBVSI NTT, Winston Rondo, mengatakan bahwa peningkatan kualitas pelatih merupakan salah satu prioritas utama organisasi dalam membangun prestasi bola voli NTT secara berkelanjutan.

“Prestasi atlet tidak lahir secara kebetulan. Prestasi dibangun melalui sistem pembinaan yang baik, dan di dalam sistem itu pelatih memegang peranan yang sangat menentukan. Karena itu PBVSI NTT menempatkan peningkatan kapasitas pelatih sebagai salah satu agenda strategis menuju PON 2028 dan berbagai event nasional lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, PBVSI NTT sedang membangun ekosistem pembinaan yang lebih terstruktur mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi. Kehadiran pelatih yang memiliki kompetensi, pemahaman metodologi latihan yang baik, serta kemampuan membina atlet usia dini menjadi kebutuhan mendesak jika NTT ingin bersaing di tingkat nasional.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap daerah memiliki pelatih yang memahami prinsip-prinsip kepelatihan modern, pengembangan teknik dasar, pembinaan fisik, mental bertanding, hingga manajemen tim. Dengan begitu, proses pembinaan atlet di daerah akan semakin berkualitas dan berkesinambungan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan di Sumba Raya merupakan bagian dari rangkaian program PBVSI NTT yang akan menjangkau seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Melalui pendekatan zonasi, PBVSI ingin memberikan akses yang lebih luas kepada para pelatih di daerah untuk meningkatkan kompetensinya tanpa harus selalu mengikuti pelatihan di ibu kota provinsi.

“Kami ingin mendekatkan layanan pembinaan kepada daerah. Sumba memiliki potensi atlet yang sangat besar. Tugas kita sekarang adalah memastikan potensi tersebut dibimbing oleh pelatih yang memiliki kapasitas dan standar yang baik. Karena itu investasi terbesar yang sedang kita bangun bukan hanya pada atlet, tetapi juga pada pelatih,” tegasnya.

Selain meningkatkan kompetensi peserta, pelatihan ini juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi insan bola voli di Pulau Sumba untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, dan menyamakan arah pembinaan prestasi.

PBVSI NTT menargetkan semakin banyak pelatih bersertifikat yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota sebagai bagian dari persiapan jangka panjang menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di mana NTT akan menjadi salah satu tuan rumah bersama NTB.

“Kita harus mulai bekerja dari sekarang. Tahun 2028 tidak akan datang tiba-tiba. Jika kita ingin atlet-atlet NTT tampil kompetitif saat menjadi tuan rumah PON, maka pembinaan harus dimulai dari bawah, dari klub, sekolah, dan daerah. Pelatih adalah ujung tombak proses tersebut,”ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius dan penuh komitmen agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan kembali di daerah masing-masing.

“Datanglah untuk belajar, pulanglah untuk membina. Kami berharap setelah pelatihan ini lahir semakin banyak pelatih yang mampu mencetak atlet-atlet berbakat dan mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional,” pungkasnya.

 

Pelatihan Pelatih Bola Voli Lisensi Daerah PBVSI NTT Zona Sumba Raya dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Bupati Sumba Barat dan akan ditutup dengan penyerahan sertifikat lisensi kepada peserta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh.(Fendi)